Arsip Kategori: Dikmen

PEMBUKAAN KEGIATAN MGMP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

TANGGAL 6 AGUSTUS 2014 DI SMK NEGERI 1 BANJARMASIN

IMG_0825-EDIT

Foto Persiapan Sebelum Pembukaan Dimulai oleh Kabid Dikmen Bapak H. Fendie, S.Pd, M.Pd
IMG_0833-EDIT

Foto Pembukaan oleh Kepala Dinas Bapak Drs. H. RUSDIANSYAH, SH, MHIMG_0837-EDIT

Foto Arahan Kepala Dinas Tampak Belakang Bagian AtasIMG_0861-EDIT

Penyematan Kartu Peserta MGMP Kurikulum 2013 Secara Simbolis

IMG_0874-EDITWawancara dari Duta TV Banjarmasin

——————— Sumber Foto : Media Center Kalsel / Ari Rahman, S.Kom ———————

Pemanggilan Peserta Implementasi Kurikulum 2013 BARU!!!

Kepada Yth. Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta Kota Banjarmasin

Surat Edaran Kepala Dinas No : 420/3847- DM/Dipendik tanggal 25 Juli 2014, Perihal Pemanggilan Peserta Pembinaan Kelompok Kerja MGMP Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang SMA dan SMK silakan SURAT UNDUH DISINI

LAMPIRAN SMA UNDUH DISINI.

LAMPIRAN SMK UNDUH DISINI.

TEMPAT HANYA DI SMK NEGERI 1 BANJARMASIN. MAKASIH

Posisi Guru TIK dalam Kurikulum 2013

Nasib guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sempat menjadi bahan perbincangan, terkait hilangnya mata pelajaran TIK dalam Kurikulum 2013 akhirnya terjawab sudah. Melalui Permendikbud No. 68 Tahun 2014, tertanggal 2 Juli 2014, posisi guru TIK dan guru KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) dijelaskan secara terinci. Peraturan yang berisi sepuluh pasal ini menjelaskan posisi guru TIK dalam Kurikulum 2013. 
Dalam aturan ini ditegaskan kembali bahwa yang dimaksud guru TIK haruslah memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (DIV) dalam bidang teknologi informasi dan memiliki sertifikat pendidik dalam bidang TIK atau KKPI.
Dalam Kurikulum 2013, Guru TIK difungsikan menjadi Guru TIK dengan tiga peran. Ketiga peran tersebut adalah Pertama, membimbing peserta didik untuk mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah, Kedua, memfasilitasi sesama guru dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah; dan ketiga, memfasilitasi tenaga kependidikan dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Adapun mengenai beban guru TIK tidak lagi dihitung berdasarkan jumlah jam pelajaran, melainkan seperti konselor Bimbingan dan Konseling, yakni melakukan pembimbingan paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan. Teknis bimbingan dapat dilaksanakan secara klasikal dalam kelompok belajar dan/atau secara individual.

Tugas dan Tanggungjawab

Guru TIK memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pembimbingan dan pelayanan TIK terhadap peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan.
Bimbingan kepada peserta didik dilakukan dalam rangka mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam rangka untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran, dan dalam rangka pengem-bangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah dengan memanfaatkan TIK sebagai sarana untuk mengeksplorasi sumber belajar.
Layanan bimbingan TIK kepada sesama guru dilakukan dalam rangka pengembangan sumber belajar dan media pembelajaran, persiapan pem-belajaran, proses pembelajaran, penilaian pembelajaran; dan pelaporan hasil belajar.
Sedangkan upaya melaksanakan fasilitasi kepada tenaga kependidikan dilakukan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem manajemen sekolah.
Rincian kegiatan guru TIK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
sebagai berikut:
a. menyusun rancangan pelaksanaan layanan dan bimbingan TIK;
b. melaksanakan layanan dan bimbingan TIK per tahun;
c. menyusun alat ukur / lembar kerja program layanan dan bimbingan TIK;
d. mengevaluasi proses dan hasil layanan dan bimbingan TIK;
e. menganalisis hasil layanan dan bimbingan TIK;
f. melaksanakan tindaklanjut hasil evaluasi dengan memperbaiki layanan dan
bimbingan TIK;
g. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar
tingkat sekolah dan nasional;
h. membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler;
i . membimbing guru dalam penggunaan TIK;
j . membimbing tenaga kependidikan dalam penggunaan TIK;
k. melaksanakan pengembangan diri ; dan
l. melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau membuat karya inovatif.
Ketentuan Peralihan 
Guru yang mengajar TIK atau KKPI sebelum kurikulum 2013 pada satuan pendidikan jalur pendidikan formal yang tidak memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dalam bidang teknologi informasi, tetapi memiliki sertifikat pendidik dalam bidang TIK atau KKPI yang diperoleh sebelum tahun 2015 tetap dapat melaksanakan tugas sebagai guru TIK sampai dengan 31 Desember 2016. Setelah 31 Desember 2016 guru tersebut di atas wajib mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan kualifikasi akademik S-1/D-IV. Untuk itu, guru yang bersangkutan akan disertifikasi sesuai dengan kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) yang dimilikinya paling lambat 3 1 Desember 2016.

Pelaksanaan Kurikulum 2013 Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015

Kepada Yth. Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta Kota Banjarmasin

Menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor : 4608/D/KR/2014, Tanggal 18 Juli 2014 Perihal Pelaksanaan Kurikulum 2013 Semester 1 Tahun Pelajaran 2014/2015. Kami himbau menyiapkan pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat dimulai dengan lancar dan seluruh peserta didik dapat mengikuti proses belajar dengan sebaik-baiknya.

UNDUH SURAT DISINI

Terima Kasih.

Kemdikbud Keluarkan Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah

Kepada Yth. Kepala SMA/SMALB/SMK Negeri dan Swasta Kota Banjarmasin

 

Pakaian

Jakarta, Kemdikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.  

“Dikeluarkannya Permendikbud ini karena masih adanya persoalan mengenai penggunaan seragam di beberapa daerah. Harus dipastikan siapapun yang akan sekolah jangan sampai dipermasalahkan mengenai seragam sekolah, khususnya penggunaan seragam sebagai identitas keagamaan,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Mohammad Nuh saat menyampaikan kepada media dikantornya, Senin (09/06/2014).  

Mendikbud mengatakan, dalam Pemendikbud ini jenis seragam dibagi tiga, yaitu seragam nasional, seragam sekolah, dan seragam kepramukaan. “Yang ditambahkan dalam seragam nasional itu adalah bendera merah putih, diletakan di dada kiri atas kantong saku. Kita ingin betul menanamkan kecintaan terhadap merah putih. Sebagai identitas diri bahwa kita ini adalah siswa dan siswi Indonesia,” tutur Mendikbud.  

Pada Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 ini menjelaskan penetapan pakaian seragam sekolah memiliki 4 tujuan. yaitu pertama, untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.  

Kedua, meningkatkan rasa kesetaraan tanpa memandang kesenjangan sosial ekonomi orang tua atau wali peserta didik. Ketiga, meningkatkan disiplin dan tanggung jawab peserta didik serta kepatuhan terhadap peratuan yang berlaku. Serta keempat, menjadi acuan bagi sekolah dalam menyusun tata tertib dan disiplin peserta didik, khususnya yang mengatur seragam sekolah.  

Pakaian seragam nasional dikenakan pada hari Senin, Selasa, dan pada hari lain saat pelaksanaan upacara bendera. Selain hari-hari tersebut, peserta didik dapat mengenakan pakaian seragam kepramukaan atau pakaian seragam khas sekolah yang diatur oleh masing-masing sekolah.  

”Bagi sekolah yang melanggar ketentuan dalam Permendikbud ini akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Namun sebelumnya akan diklarifikasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah mengapa pelanggaran tersebut bisa terjadi,” tegas Mendikbud.

UNDUH PERMENDIKBUD DISINI
UNDUH LAMPIRAN I DISINI
UNDUH LAMPIRAN II DISINI

Informasi Dapodikmen

Kepada Yth. Kepala SMA/SMK Negeri dan Swasta Kota Banjarmasin

BEDAKAN ANTARA INSTAL 8.0.1 DAN UPDATER 8.0.1
1. Instal 8.0.1 bagi yang belum pernah instal Dapodikmen.
2. Jika anda sudah instal Dapodikmen 8.0.0 anda tinggal lanjutkan aja menggunakan UPDATE 8.0.1

3. Setelah Anda Login, tekan tombol Ctrl + F5 atau F5 (refresh). agar versi nya berubah. Sekian